Kini hanya hitam putih warna di hati, tak menjadikan yang indah seperti waktu dulu. Bersedialah menjadikan malam sebagai waktuku hanya untuk merindu padamu, kamu yang kini tengah bahagia dengannya.
Ingatkah saat itu, aku fokus melihat senja di wajahmu, bukan salahmu jika senja itu tak bisa dilupakan. Seiring berjalan nya masa, kini semakin kuat gelombang air menerjang semesta kelam yang tengah bersemayang di hati tak berwarna. Wajahmu adalah seribu alasan mengapa sampai detik ini sayangku masih amat sangat kuat bertahan meski harus berkali-kali di hajar ratusan kali pukulan.
Pernahkah kau merasakan seperti ini, di hajar rasa kecewa yang menguasai perihnya perpisahan. Maafkanlah, jika rindu ini bisa membalas rasa kecewa, akan selamanya ku merindukan mu di tengah malam yang kelam.
Kamu hilang, pergi dari singgasana hatiku, di curi pria yang sudah membuatmu melupakanku. Kejamnya. Kau hilang begitu saja, dengan dia yang lebih indah di matamu.
Aku masih akan selalu iri melihatmu yang di buat bahagia bukan olehku lagi, seperti melihat kobaran api yang tertutup asap kecemburuan padanya.
Berilah sedikit, aku menginginkan senyuman itu, senyuman yang dulu selalu kau berikan padaku, yang kini hanya tinggal kilauan pilu yang mungkin telah larut oleh waktu.
Kamu, tentang hal bahagia dulu yang masih tersimpan jelas dalam hatiku. t