Jumat, 21 Maret 2014

Liverpool dan Luis Suarez

-Sebelum baca gue mau ngasih tau dulu nih, kalau artikel ini gue tulis tanggal 20 Januari 2014.



Luis Alberto Suarez Diaz atau orang mungkin mengenalnya dengan nama Luis Suarez, striker dengan naluri gol yang tajam, setajam gigi tonggosnya yang mempesona. Bagaimana tidak? Suarez telah mencetak 22 gol dalam 16 pertandingan sampai terakhir pertandingan melawan Aston Villa kemarin, dia bukan saja menjadi top skor di Inggris dia adalah topskor Eropa melewati nama-nama tenar seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Ibrahimovic atau bintang baru Diego Costa.

Gol-gol gila Suarez itu seakan-akan melupakan kita semua akan hal-hal seperti yang katanya kasus Rasisme terhadap Patrick Evra, kasus kanibal menggigit tangan Branislav Ivanovic sampai aksinya menyelam dilapangan, merubah segalanya dengan gol gol dia sekarang, setidaknya hal itu bisa mambuat Owner irit, John W. Henry bisa tersenyum.

Hampir semua fans club sepakbola selain Liverpool berfikir bahwa Liverpool sangat bergantung pada Luis Suarez, apa iya? Bagaimana dengan 10 gol Sturridge, Atau 100% gol penalti dari Steven Gerrard dan masih banyak gol-gol dari para bek dan pemain lain, tapi jelas saja Liverpool berada di posisi kedua pencetak gol terbaik musim ini.

"SAS" itulah julukan julukan si "dancer" dan si "tonggos", ya itulah anak muda ajaib Sturridge dan seorang Suarez, siapa yang tahu dua stiker ini adalah stiker terbaik Premier League musim ini sampai-sampai kita harus melupakan duet lainnya seperti Van Persie-Rooney, Aguero-Negredo atau mungkin semua stiker Chelsea: Torres, Demba Ba, Eto'o. Juga masih kalah banyak di banding dengan 33 gol Sturridge dan Suarez.

Tapi tetap saja Liverpool bukan Suarez ataupun Liverpool bukan sekedar "SAS". Tapi ini lah Liverpool sebuah tim yang hangat dengan sejarahnya, segudang Tropy dimilikinya tapi itu dulu, dimana Ian Rush dan Kenny Dalglish masih bermain. Sekarang Liverpool hanya club yang lapar akan gelar dengan cita-cita besarnya mendapatkan gelar juara Liga Inggris.

Di tahun 2010 tepat terakhir Liverpool merasakan kerasnya Liga Champions dan itu tahun terakhirnya Rafael Benitez di Liverpool, tapi tentu saja di tahun itu Suarez masih berjabat sebagai captain di Ajax Amsterdam, sebelum pada tahun 2011 ia ditransfer ke LFC dengan harga £22m, saat itu dia datang bersama striker aneh Andy Carrol dari Newcastle dengan harga £35m, tertinggi sepanjang sejarah Liverpool. Dengan niat untuk menggantikan Fernando Torres yang juga gagal di Chelsea.

Di tahun 2012 Suarez mendapatkan tropy Carling Cup setelah berhasil mengalahkan Cardiff di Wembley dengan adu penalti. Setidaknya gelar itu bisa sedikit mengobati rasa kerinduan mengangkat piala. Dari pada kita harus puasa gelar seperti tim Meriam tumpul di London sana yang sampai 9 tahun tidak juara.

Haha... Lupakan saja saingan besar kita (u know what I mean lah ..) sedang terseok-seok di papan tengah seperti kita di tahun kemarin. Beruntung saja si tua bangka sudah pensiun dan digantikan pelatih murahan, yang membuat kami lebih leluasa berada di papan atas. Tapi Liverpool berada di papan atas sekarang juga bukan karena Sir Alex dipecat, bukan tentang Sturridge atau Suarez. Tapi ini adalah sebuah progres dari Liverpool untuk bangkit dari keterpurukan sedikit demi sedikit.

YNWA

I miss u Dad

    Hujan semakin deras menemaniku di senja ini, ah hal itu selalu ter-ingat pada ayah dulu yang mana kala ku kecil selalu menemani-ku di senja sambil terkadangan mendengarkan radio yang kini radio tua itu hanya sebuah barang bekas penuh kenangan.


    "Aku ingin bertemu lagi dengannya dan, tapi terus memiliki harapan bahwa itu akan mungkin terjadi.. Ya mungkin inilah rindu."


   Mungkin nyaman sekali atau mungkin aku syirik melihat teman-teman sangat akrab dengan ayah-nya, sangat dekat, atau mungkin meraka yang pernah di marahi oleh ayah-nya. Karena perhatian.


    Hampir 5 tahun aku tak melihat-nya, atau 
mungkin dia lupa kepadaku? Ah tidak mungkin, aku selalu berfikir positif terhadap itu, walau terkadang sesak dan bukan tidak mungkin menetes-kan air mata karena rindu kepadanya.

Kamis, 20 Maret 2014

Mantan Kekasih

  "Dengan mata terbuka atau tertutup keduanya sama saja, Aku tetap melihat kamu"


Di malam yang dingin seperti biasa lelaki itu berdiri di balkon atas rumahnya sembari menikmati kebiasan buruknya, Insomnia. Rasa dingin malam hari mungkin sudah biasa bagi-nya apalagi, dia tak memakai baju hangat tiap hari-nya, tapi ah sudahlah, dia di disitu tak memikirkan pakaiannya, melaikan memikirkan mantan kekasih-nya.

"Aku bukannya tidak bisa melupakanmu, tapi aku tidak bisa melupakan kenangan indah bersama-mu. Dan hal yang membuat-ku menyesel adalah membiarkan-mu menghapus memory tentang kita."

Kata-kata yang mungkin setiap malam ia ucapkan di dalam hati-nya.

Persetan dengan wanita yang banyak ber-teori kalau lelaki itu mudah melupakan mantan kekasih. Itu salah besar menurut-nya.

Dia cukup munafik untuk masalah perasaan, setiap bertemu mantan kekasihnya, lelaki itu selalu menghindar, dan bukan lah seharusnya dia mendekatinya lagi. Apalagi wanita pujaan-nya itu sedang tidak memiliki kekasih, usai dia menerima sakit hati yang mendalam oleh mantan kekasih-nya yang belum begitu lama.

Wanita itu memang aneh, mengapa yang jahat di pertahankan sedangkan yang baik dan tulus seperti pria itu malah di tinggalkan.

Mungkin lelaki itu hanya bisa mengenang, karena kejadian tidak bisa diulang beberapa kali, sedangkan kenangan bisa diulang beberapa kali.

Dalam novel..

                     1. AWALAN


    Dipagi hari tepatnya tanggal 20 July 2012 yaitu awal masuk sekolah, setelah libur panjang kenaikan kelas. Saat itu sekolah masih sepi cuman ada Mas Jono, satpam sekolah yang lagi bertugas.
Tapi ada Indra cowo yang nakalnya setengah mati sudah datang sangat pagi sendirian.
Dia diam di depan pos satpam, Indra ingin minta kunci ruang guru ke mas jono
"Mas jon gue minta kunci ruang guru dong" Indra berbicara pelan
    Tetapi tidak langsung diberikan kepada Indra yang mengetahui kalau niat Indra itu buruk. Indra bilang kalau kunci ruang guru itu disuruh Bu Ani guru Matematika untuk mengambil buku.
Dengan ragu mas jono pun menberi kuncinya kepada Indra.
"Nihh! Awas kalau kamu macem macem"
Senang Indra menjawab "Udah santai ajah mas"
    Tak lama kemudian Indra lari ke ruang guru masuk ke dalam, ternyata dia bukannya mau mengambil buku melainkan mencorat-coret meja Bu Ani, dan yang lebih parahnya dia menaruh celana dalam Yosi teman dekatnya. Di laci meja Bu Ani.
Dengan muka bahagia Indra keluar Ruang itu tetapi dia kepergok Tira, cewe pintar,cantik dan SEXY. Yang kebetulan Tira lewat ruang guru saat akan ke kelasnya.
"Hey Indra, abis ngapain lo dari ruang guru?" Kata Tira.
Indra tegang dan menjawab "Emm.. Tadi tir gue disuruh naro buku kata mas jono"
"Ahh yang bener lo?" Tira berkata pelan.
"Aku gapernah bohong sama kamu cantik." Jawab Indra dengan nada merayu.
Daripada ketauan Indra langsung lari kekelas.
"Ihh apaan sihh lu dra!!" Kata Tira berteriak
    Suasana mulai pagi akhirnya Indra dan ketiga temannya sudah berkumpul, ketiga temannya itu adalah:

Awan: Nama aslinya itu Gunawan. Cowo tinggi,berani yang sukanya berkelahi.
Yosi: Pecinta bokep, berkaca mata dan memakai behel.
Dada: Cowo paling ganteng diantara ketiga teman-temannya itu, muka blasteran Prancis, sebenarnya nama aslinya Darent cuman teman-temannya lebih suka manggil Dada. dan
Indra sendiri cowo yang paling anti sama guru dan sering melawan.
    Mereka sekelas di kelas 11 IPS 2. Kelas dia tepat di bawah tangga sebelah lap komputer.
Kalau keempat cowo itu sudah berkumpul di kelas memang seperti kelas itu hanya milik mereka berempat.
Apalagi kalau Dada sudah membawa Gitarnya sambil bernyanyi-nyanyi walaupun mereka bernyanyi lagu yang tidak jelas. Memang sekolah mereka bukan sekolah elite jadi tidak ada ruang musik, tapi bukan sekolah jelek juga. Sekolah mereka lumayan besar, apa lagi kantinnya, memiliki dua lapang, satu indoor dan satulagi outdoor. Gedung sekolahnya bertingkat dua, dilantai pertama ada kelas 11 dan ruang guru, ruang kepala sekolah, lab IPA, lab komputer, perpustakaan dan ruangan-ruang seperti itulahh sedangkan di lantai dua hanya kelas 10 dan kelas 13 saja.

* * *

    Saat upacara pun mereka masih selalu berbuat onar. Itu saat amanat dari Pak Dewanto (kepala sekolah) yang sedang berpidato tentang keadaan sekolah yang ingin maju, tapi tiba-tiba Indra nyeplos dengan keras "BACOT!" Serentak semua orang di lapangan upacara nengok ke Awan, termasuk kepala sekolah
"Hehh Indra, Maju kamu kedepan!!." Kata Pak Dewanto dengan muka marah. Ketika kedepan.. Tanpa basa-basi Pak Dewanto langsung menampar Indra sampai pipinya merah.
"Emang bener pak, yang bapak tadi omongin itu ga sama kaya keaadannya, sekolah kita gak maju maju pak!" Ucap Indra yang masih saja bisa melawan, seakan-akan dia tidak takut kalau dia itu Kepala Sekolah.
"Gimana mau maju kalau ada murid kaya kamu dan temen-temen kamu itu!" Kata Pak Dewanto. Dan untuk kedua kalinya Indra ditampar oleh tangan kanan Pak Dewanto.. plakk!!!
Tapi... anak nakal ini masih bisa menjawab
"Tapi pak, untuk buat sekolah kita maju bukan cuman 4 orang doang kan pak?" Untuk ketiga kalinya tetapi kali ini Indra di tendang oleh Pak Dewanto!!. Sampai Indra terjatuh tak kuasa menahan sepatu besar Pak Dewanto.
    Tidak terima Indra disiksa. Dada,Awan dan Yosi maju kedepan untuk membela Indra
"Ya mungkin dengan cara menampar murid sekolah kita bisa maju bro." Dengan rasa tidak takut Awan berkata kepada Indra di depan Pak Dewanto.
"Apa kalian bertiga mau ditendang juga?" Pak Dewanto membentak ketiga murid tersebut.
"Gapapa pak asal itu bisa menyelesaikan semuanya" Indra kembali menjawab.
"Dasar murid brengsek!" Pak Dewanto tidak bisa menjawab kata-kata mereka lagi dan langsung ke kantor. Upacara pun dibubarkan.
Semua Guru pun masuk ke ruang guru dan ada wacana bahwa Pak Dewanto ingin mengundurkan diri sebagai kepala sekolah karena hal tadi.
    Sementara itu Indra masih tergeletak ditemani oleh ketiga temannya. Suasana lapangan sudah sepi. Indra berkucuran darah yang keluar dari mulutnya, karena tendangan yang sangat kencang oleh Pak Dewanto tepat menuju perut Indra, tetapi Indra masih bisa berjalan menuju kelas sebari di antar oleh ketiga temannya.
    Belum sampai disitu saat pelajaran pertama adalah Matematika, pelajaran Bu Ani. Dia datang ke kelas dengan muka marah sambil membawa celana dalam dan Spidol
"Siapa yang melakukan ini?" Sambil mengangkat Celana dalam dan Spidol.
"Gatau buuu." Kata seluruh murid.
"Cepat siapa jawab! ibu sudah keliling kelas tinggal kelas ini yang belum, cepat ngaku atau ibu tidak akan mengajar lagi dikelas ini!"
Akhirnya Tira berdiri dan berkata
"Tadi pagi saya melihat Indra keluar dari ruang guru, mungkin dia pelakunya."
"Hehh Indra! Maju kamu kedepan!" Ucap Bu Ani
"Bukan saya bu.." Ucap Indra yang mukanya sudah mulai pucat.
"Sudah kamu jangan banyak alasan, cepat maju kedepan" Bu Ani yang sudah marah besar.
Tapi malah Awan,Dada dan Yosi juga ikut ke depan.
    Ngomong bisik-bisik "Bro lu semua ngapain ikut kedepan?" Kata indra ke 3 temannya.
"Udah gapapa." Jawab Dada.
"Ohh ternyata kalian geng onar yang ngelakuinnya, sekarang kalian berempat hormat di lapangan sampai bel pulang!!" Kata Bu Ani.
"SIAP!!" Jawab mereka berempat.
"Gapapa bro dari pada harus belajar pelajaran guru edan." Indra sambil tersenyum dan berjalan ke lapangan.
"Hahaha bener juga dra, tapi di luar lumayan panas tuhh.." Balas Awan menjawab.
    Itulah empat anak nakal, tapi memiliki solidaritas yang sangat tinggi. Sebenarnya mereka berempat bertemu tidak dalam kesengajaan, hanya dari pertemuan di kelas 10 mereka datang dari SMP yang berbeda, dan membuat mereka dekat sampai sekarang. Dijemur,dipukul oleh guru-guru itu sudah biasa bagi mereka seakan akan tidak memiliki titik bosan.
    Sepertinya mereka telah melihat Bu Ani keluar kelas, menandakan pelajaran Bu Ani selesai dan bergegas mereka masuk ke kelas, tetapi Bu Ani kembali ke kelas dan kembali manyuruh Indra dkk kembali ke Lapangan.
    Akhirnya derita mereka selesai setelah Bu Restu guru sejarah, melihat keempat anak itu di jemur dan meminta kepada Bu Ani untuk segera melepas hukumannya. Selain Bu Restu itu guru yang baik, dia juga adalah ibu kandung Dada sendiri.
"Menurut keputusan Bu Restu tadi kalian boleh kembali ke kelas" Kata Bu Ani kepada Indra dkk.
"Makasih bu..." Ucap geng itu yang sudah lemas karna kepanasan.
"Tapi jangan sekali-kali kalian melakukan hal itu lagi!" Ujar Bu Ani
    KRINGGG!!.. Bel masuk setelah istirahat Dada,Yosi,Indra dan Awan yang sudah kembali belajar masuk ke kelas.
Saat itu sedang tidak ada guru dan diberi tugas.
"Liat tuhh geng onar lagi belajar serius haha.." Kata Deri, cowo pintar yang tidak suka dengan anak geng itu. Cowo itu memang pintar, pernah dapat rangking 1 saat kelas 10, berbadan agak besar.
"APA LO KUTU BUKU!" Jawab Awan sambil berlari ke meja Deri, yang berada di tengah depan sedangkan Awan ada di pojok kanan belakang.
"Sudah sana belajar lagi yang bener haha.." Ucap Deri sambil meledek.
Tetapi seketika suasana kelas hening setelah...
"Sudah! Sudah! Dasar bocah kalian, Ngapain berantem!" Marah Rena teman Tira yang tidak kalah cantik dan sexy dari Tira.
    Perlu diketahui Rena ini adalah temen deket Tira dan cantik juga, putih mulus, sexy ditambah rambut yang panjang sepunggung.
"Sudah wan, gausah dilayanin banci kaya gitu, cewe gue udah marah tuhh" Ceplos Indra sambil melirik Rena.
"Iiihh Indra apaan sih lo, pacar dari manaa sih." Rena yang tidak suka dengan kata-kata Indra.
Lalu Awan kembali ke tempat duduknya dengan muka merah dan keadaan kelas kembali tenang.
    KRING!! KRING!!! Bunyi bel 2 kali menandakan pulang sekolah. Saat itu Geng onar sedang berkumpul di parkiran sekolah, mereka berencana untuk main ke rumah Yosi.
"Broooooo, jadi kerumah gue gak?" Kata Yosi sambil bersender dimotor miliknya.
"Hayu jadi, ta...pi Dada bisa gak, kan dia anak guru mana mungkin boleh maen abis pulang sekolah" Jawab Awan.
"Ahh sotau lo wan santai ajaah lahh..." Ucap Dada.
Akhirnya mereka berangkat. Awan naik dengan Motor Yosi dan Indra naik motor mewahnya Dada. Karena saat itu Awan dan Indra tidak membawa Motor.
    Sampailahh dirumah yang lumayan besar milik Yosi, halamannya cukup luas. Rumahnya berada perumahan yang indah, memang besar karena ayahnya Yosi seorang pemilik distro terkenal, karena itu gaya dan penampilan Yosi tidak pernah ketinggalan jaman.
    Saat itu mereka berkumpul dikamar Yosi. Dan terdapat poster Maria Ozawa yang hanya memakai bikini di pojok kamarnya. Karena Ibu dan Ayahnya tidak pernah masuk ke dalam kamar sehingga tidak tau kalau ada poster itu, di depan sofa terdapat TV LCD, dan PS, biasanya sihh ke empat anak itu suka main PS.
    Mereka berkumpul dengan disitu memiliki tujuan yaitu membicarakan taruhan untuk mendapatkan Rena atau Tira.
"Oke jadi gimana taruhan itu? Lo pada setuju gak?" Kata Awan sambil menghisap rokok. Karena hanya Awan yang suka meroko diantara mereka berempat, walaupun tidak terlalu sering ia merokok.
"Gue setuju!" Jawab Indra dan Yosi.
"Dada, lo gimana?" Awan yang heran mengapa Dada diam saja.
"Engga gue gamau ikutan ah bro." Ucap Dada sambil menunduk.
"Lahh? Kenapa? Lo kan jomblo ngenes da.." Indra yang mulai kebingungan dengan sikap Dada.
Dada menolak dan tidak memberi tau kenapa dia menolak.  
    Disisi lain Indra dan Yosi memilih Tira, sedangkan Awan memilih Rena sebagai taruhannya, jika ada yang medapatkan cintanya dia harus ditraktir oleh ketiga temannya yang lain.



Yak! Itu aja bab awal novel pertama gue, yang insaallah bakal diterbitin secepatnya.

Nonton Bareng

    Saat itu pengalaman yang jarang bagiku, nonton bareng bersama BIGREDS BOGOR, malam hari pukul 8 aku pergi sendirian menuju tempat itu. Sebenarnya sebelum itu sempat mengajak teman-temanku. Namun, tidak ada satu pun temanku yang mengiyakan ajakanku itu.

Sendiri saja..

Aku menuju tempat Nonton bareng, jarak tidak terlalu jauh. Di malam yang sempat turun gerimis rintik itu tak sama sekali, hentikan tekatku untuk menonton Liverpool bersama satu supporter diseluruh Bogor lainnya.

    Dan.. Mengejutkan, lawan Liverpool saat itu adalah Manchaster United rival dan juga club yang paling ku benci, melebihi benci ku terhadap mantan kekasih. Liverpool menang 3-0, kemenangan besar itu menambah keramaian di M-Point Cafe, apalagi saat akan selesai pertandingan sempat rekan BIGREDS-ku menyalakan flare layaknya di stadium padahhal itu hanya di sebuah cafe yang memang berada di atas dan tak ber-atap.

    Flare dan lagu kebangsaan Liverpool "You'll Never Walk Alone" yang di nyanyikan membuatku benar-benar merinding, seperti merasakan kembali ingatanku saat Di GBK menonton Liverpool langsung Juli kamarin.

Oiya. Beberapa menit sebelum pertandingan ada hal menarik, perayaan Ulang Tahun BIGREDS BOGOR yang ke 5 tahun, mengejutkan bagiku.
"Happy birthday bigreds bogor!" Orang-orang banyak yang berteriak disana.

Rabu, 19 Maret 2014

Masalah Sosial Negeri Ini

    Sorry ya, gue bukannya mau so politisi, bukannya mau so pengamat sosial dan bukannya mau sok soan. Tapi gue di blog ini cuman nulis uneg-uneg tentang kacau-nya negeri ini.

    Ini tentang kegilaan atau mungkin tolol nya jajaran pejabat-pejebat yang seenaknya berkuasa di atas sana. Iya, ini fakta sungguh miris melihat kemiskinan yang jumlah-nya sangat sulit untuk turun. Pengangguran yang kian merebak luas. Polisi lapar semakin liar di jalanan, melebihi liar-nya pembalap jalanan. Kalau masalah korupsi ah, mungkin semua orang udah males bahas-nya, orang korupsi saja penjara paling lama mungkin hanya 5 tahun. Setelah keluar masih hidup mewah.

"Yang kuat menguasai, yang lemah di korupsi. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Yang pintar dibodohi, yang bodoh di budayakan."    

Itu penggalan lirik lagu Marjinal (Boikot) walaupun cuman segitu tapi bener bener menggambarkan di negeri ini.


Dinodai. Dikangkangi. Dikuasai. Dijajah penguasa rakus.

Jumat, 14 Maret 2014

BrokenHome

Semua itu susah dijalanin kalo kayak gini situasinya, seharusnya anak seumuran kayak gue gini lagi deket-deket nya sama orang tua. Entah itu ngomongin masa sekolah lah, masa depan lah, apa lah.. yang penting kan kalo sama orang tua itu terasa lebih nyaman. Mungkin lo semua jarang ada yang ngerasain kayak gue, ngejalanin hidup engga sama Ayah dan Ibu. Semua anak SMA seumuran gue pasti masih ketergantungan sama orang tua, contohnya minta uang ke Ayah, kalo ada masalah apa-apa larinya ke Ibu dan yang pasti nyaman di rumah, kumpul bareng keluarga sambil nonton tv malem malem, sambil makan malem, sambil apalahh banyak kalau sama keluarga pasti seru . Yaudah inilah gue seorang anak 16 tahun, udah hampir 10 tahunan gue ga tinggal sama orang tua, dua orang tua yang terlalu egois mutusin hubungan gitu ajah tanpa mikirin nasib kedua anaknya gimana? Masa depan anaknya gimana? Gue pernah nanya ke Ibu, dan dia jawab "Semua ini salah bapak kamu." Tapi tolong dehh kalian berdua itu kan udah dewasa memang gak ada jalan lain apa selain cerai? Gatau deh gue sebenernya apa yang terjadi yang gue tau cuman kata-kata ibu "Semua ini salah bapak kamu." Ohya gue harap sihh kakak satu-satunya gue engga baca ini yaa... Masalah Kakak gue juga, gue ngerti kok dia lebih parah ngelakuin gitulah (pokonya parah).. Hal yang harusnya ga dilakuinnya dan gue yakin hal itu juga pengaruh dari Ayah dan Ibu juga! dan mungkin kakak gue sendiri juga ga nyadar hal kayak gitu. Gue tinggal sekarang bukan sama ayah? Bukan juga sama Ibu? (jadi sama siapa?) em ada lah.. Yang pasti gak banget tinggal disini.. Mungkin orang-orang di rumah nganggap gue itu pendiem tapi nakal. Tapi itu dirumah dan gue itu paling gak betah kalau ada di rumah. Seakan-akan nyawa gue tuh ilang setengah kalau lagi ada di rumah. Gue kalau di rumah paling cuman males-malesan, makan, tidur, sholat sama dimarahin. Tapi sih berbanding jauh kalau di luar, semua temen-temen gue juga pada tau kok, gue itu orang yang ceria jarang ada temen-temen ngeliat gue sedih pendiem. Mungkin juga karena keceriaan itu buat nutupin rasa kesedihan ini....
Dear father. Kapan yah aku bisa deket lagi sama papah, bisa akrab lagi sama papah, aku envy pah sama temen temen yang bisa bersama papahnya.
Orangtua. Dibalik perhatian supernya ke kita itu sebenernya egois yah.