Hariku kembali di depak sepi, aku seakan di usir pergi dari keramaian tak jelas ini, hanya keresahan terdapat.
Apa ada lagi kesedihan yang lebih parah dari perceraian orang tua? Jika ada, tolong beritahu apa itu macan bentuknya, biar aku rasakan kesedihan yang itu saja.
Pelukan orang tua seakan barang langka nan susah di dapat bagiku, kebahagian keluarga hanya mitos untuk ku yang tak lagi tau apa itu macamnya.
Aku ingin bertanya,
Apa kamu tau rasanya?
Merindu masa kecil dulu, sangat merindu, dimana tangis adalah kebahagian yang teramat dalam pelukan.
Apa kamu tau rasanya?
Sepi yang di landa hariku, dimana tak ada lagi ceria, bahagia atau apapun itu bentuknya. Bersama, berbagi cerita, saat bersama orang tua. Aku rindu.
Apa kamu tau rasanya?
Melihat teman sebaya sedang asik bersama keluarga, berkumpul, bermain. Sedang aku hanya terdiam cemburu bersama linangan air mata.
Apa kamu tau rasanya?
Di remehkan semua orang, tak di urus, tak punya masa depan, tak punya lagi semangat untuk hidup. Aku manusia biasa, bisakah kalian pandang sebagai manusia biasa juga?
Apa lagi yang kalian ketahui tentang perceraian keluarga? Aku yang merasa, kalian cukup duduk santai memakan kue dan diselingi teh hangat. Sedang semua ini hanya aku yang rasakan.
Apa ada lagi kesedihan yang lebih parah dari perceraian orang tua? Jika ada, tolong beritahu apa itu macan bentuknya, biar aku rasakan kesedihan yang itu saja.
Pelukan orang tua seakan barang langka nan susah di dapat bagiku, kebahagian keluarga hanya mitos untuk ku yang tak lagi tau apa itu macamnya.
Aku ingin bertanya,
Apa kamu tau rasanya?
Merindu masa kecil dulu, sangat merindu, dimana tangis adalah kebahagian yang teramat dalam pelukan.
Apa kamu tau rasanya?
Sepi yang di landa hariku, dimana tak ada lagi ceria, bahagia atau apapun itu bentuknya. Bersama, berbagi cerita, saat bersama orang tua. Aku rindu.
Apa kamu tau rasanya?
Melihat teman sebaya sedang asik bersama keluarga, berkumpul, bermain. Sedang aku hanya terdiam cemburu bersama linangan air mata.
Apa kamu tau rasanya?
Di remehkan semua orang, tak di urus, tak punya masa depan, tak punya lagi semangat untuk hidup. Aku manusia biasa, bisakah kalian pandang sebagai manusia biasa juga?
Apa lagi yang kalian ketahui tentang perceraian keluarga? Aku yang merasa, kalian cukup duduk santai memakan kue dan diselingi teh hangat. Sedang semua ini hanya aku yang rasakan.
