Wahai kau cakrawala
Aku ingin berteriak, kalau aku sedang jatuh cinta
Tentu saja dengan seorang wanita.
Tak ada wanita yang lebih cantik dibanding kau yang aku cinta
Sedikit berkata, banyak merayu, aku memang pria
Persetan dengan bekas-bekas yang datang menggangu.
Ayo, percayalah padaku.
Ayo, buanglah kenangan dan kita beri warna baru
Ayo, beri tahu monyetmu kalau sekarang aku yang akan selalu menemanimu
Ayo, hadirlah disini mengisi ruang hatiku
Jika kau marah
Merpati selalu terbang salah tak berarah
Bersikaplah ramah
Agar aku tak selalu salah
Hari sepi mengusik waktu
Kau wanita manis yang mengisi warna baru
Tak bertemu menjadi rindu
Aku cinta dirimu
Bersiaplah dengan ribuan rayuanku
Terima saja, karna aku sayang kamu.
Sabtu, 31 Januari 2015
Selasa, 13 Januari 2015
Mama, Papa.
Hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun.
Hanya berharap dan berkhayal.
Dalam kurungan senja, tangis ini datang lagi.
Bulan telah nampak.
Tapi sinarnya masih tersimpan.
Atau tak mungkin datang.
Cahaya itu sempat datang.
Cahaya itu sempat menerangi.
Tapi saatku membuka mata.
Cahaya itu hilang.
Dunia terkadang ku anggap tak adil.
Mengapa harus aku yang mengalaminya.
Senyum ini beku
Senyum ini palsu
Sungguh, aku rindu.
Sepi semakin menghinggap
Senja ini cukup.
Gelap malam datang menyelimuti bersama rindu.
Ingin ku tendang rasa rindu ini.
Tapi, sia-sia.
Aku lupa.
Kapan terakhir kita bersama.
Aku lupa.
Kapan terakahir mereka memelukku.
Aku lupa.
Kapan terakhir mereka berpegangan tangan.
Tapi yang aku tahu.
Mereka pernah saling mencinta.
Yang entah apakah rasa itu masih ada atau tidak.
Hanya berharap dan berkhayal.
Dalam kurungan senja, tangis ini datang lagi.
Bulan telah nampak.
Tapi sinarnya masih tersimpan.
Atau tak mungkin datang.
Cahaya itu sempat datang.
Cahaya itu sempat menerangi.
Tapi saatku membuka mata.
Cahaya itu hilang.
Dunia terkadang ku anggap tak adil.
Mengapa harus aku yang mengalaminya.
Senyum ini beku
Senyum ini palsu
Sungguh, aku rindu.
Sepi semakin menghinggap
Senja ini cukup.
Gelap malam datang menyelimuti bersama rindu.
Ingin ku tendang rasa rindu ini.
Tapi, sia-sia.
Aku lupa.
Kapan terakhir kita bersama.
Aku lupa.
Kapan terakahir mereka memelukku.
Aku lupa.
Kapan terakhir mereka berpegangan tangan.
Tapi yang aku tahu.
Mereka pernah saling mencinta.
Yang entah apakah rasa itu masih ada atau tidak.
Rabu, 07 Januari 2015
Mengagumimu.
Kamu mengagumkan kemarin, sekarang, dan mungkin selamanya.
Hati ini bergoyang saat pertama kali kupandang bola matamu.
Saat itu pula kau memberikan semangat baru pada hidupku.
Sangat indah, wajahmu begitu manis saat itu.
Sedikit yang tau, kalau aku mencintaimu.
Ruang antara kita begitu gelap, sangat gelap.
Bahkan suaramu, bicaramu belum lah sampai disini.
Saat cahaya belum ku temui bahagia darimu t'lah sampai di jiwaku ini.
Sedikit cinta yang kudapatkan tapi memang kau yang kucari.
Ini hatiku yang kelalahan.
Ini hatiku yang ingin terus kusampaikan.
Kalau aku ingin berada di hatimu sendirian.
Tunggulah aku disana.
Berboncengan denganmu mengelilingi kota.
Atau duduk bersebelah sambil melihat indahnya senja.
Aku yang mencintaimu akan selalu berjanji membuatmu bahagia.
Kamu akan selalu menjadi orang yang selalu dipikirkanku.
Sehatmu, sakitmu, sepanjang hidup.
Hati ini bergoyang saat pertama kali kupandang bola matamu.
Saat itu pula kau memberikan semangat baru pada hidupku.
Sangat indah, wajahmu begitu manis saat itu.
Sedikit yang tau, kalau aku mencintaimu.
Ruang antara kita begitu gelap, sangat gelap.
Bahkan suaramu, bicaramu belum lah sampai disini.
Saat cahaya belum ku temui bahagia darimu t'lah sampai di jiwaku ini.
Sedikit cinta yang kudapatkan tapi memang kau yang kucari.
Ini hatiku yang kelalahan.
Ini hatiku yang ingin terus kusampaikan.
Kalau aku ingin berada di hatimu sendirian.
Tunggulah aku disana.
Berboncengan denganmu mengelilingi kota.
Atau duduk bersebelah sambil melihat indahnya senja.
Aku yang mencintaimu akan selalu berjanji membuatmu bahagia.
Kamu akan selalu menjadi orang yang selalu dipikirkanku.
Sehatmu, sakitmu, sepanjang hidup.
Jumat, 02 Januari 2015
Apakah Mungkin?
Begitu singkat setelah aku terbangun dalam mimpi indah dan saat itulah kamu tak bersama ku lagi, melewati penuh canda tawa, walaupun hanya lewat dunia maya.
Aku menyayangimu melebihi Chat, mengetahuimu melebihi Bio. Namun ketika aku telalu melebihi semuanya akupun merasa terbawa dalam perasaan yang sangat dalam. Hingga akhirnya perasaanku berubah jadi cinta dan aku tau kau juga merasakan hal yang sama seperti yang ku rasa.
Kita memang tidak seperti orang lain yang bebas ketemu kapan saja. Hingga akhirnya kita memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini karena kita takut tidak bisa bertemu dan jatuh lebih dalam lagi.
Tidak ada pesan masuk di handphone ku, yang biasanya kau menyapa pagi ku dengan berkata "jangan lupa senyum hari ini." Hal kecil namun selalu ku rindukan dalam hidupku.
Kita bagaikan dua sayap merpati yang terlanjur berdarah yang tidak tahu siapa sebenarnya yang membuat luka. Kita masih di bawah jemari tuhan yang sama. Kita adalah kita, terpisah jarak, namun tinggal sedekat nadi. Dan apakah kita akan memandang langit secara bersama dalam kehidupan nyata?
-@devizean-
Aku menyayangimu melebihi Chat, mengetahuimu melebihi Bio. Namun ketika aku telalu melebihi semuanya akupun merasa terbawa dalam perasaan yang sangat dalam. Hingga akhirnya perasaanku berubah jadi cinta dan aku tau kau juga merasakan hal yang sama seperti yang ku rasa.
Kita memang tidak seperti orang lain yang bebas ketemu kapan saja. Hingga akhirnya kita memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini karena kita takut tidak bisa bertemu dan jatuh lebih dalam lagi.
Tidak ada pesan masuk di handphone ku, yang biasanya kau menyapa pagi ku dengan berkata "jangan lupa senyum hari ini." Hal kecil namun selalu ku rindukan dalam hidupku.
Kita bagaikan dua sayap merpati yang terlanjur berdarah yang tidak tahu siapa sebenarnya yang membuat luka. Kita masih di bawah jemari tuhan yang sama. Kita adalah kita, terpisah jarak, namun tinggal sedekat nadi. Dan apakah kita akan memandang langit secara bersama dalam kehidupan nyata?
-@devizean-
Langganan:
Postingan (Atom)