Apa hanya rasa perih yang didapati
Jiwamu yang tak mau mengalah selalu menghampiri
Membuatku selalu menyendiri
Berilah sedikit ramai untuk mengisi hari
Yang buatku kembali percaya diri
Mungkinkah itu akan terbukti
Mungkin, saatku terbangun dari mimpi
Untuk kau si manis yang selalu menyakiti
Apa tidak bosan memenggal hati
Hati pria yang selalu tegak berdiri
Namun jatuh saat disakiti
Aku bukan burung yang selalu menemani betinanya setiap hari
Aku bukan pangeran yang datang hanya di dalam mimpi
Batu karangpun akan hancur saat hatinya disakiti
Mungkin sudah pergi jauh, jika hati bisa berlari
Meski senja selalu mensiasati
Meski waktu tak pernah berhenti
Tapi warna baru selalu ku nanti
Hey, aku masih disini
Menunggu hujan sampai datangnya pelangi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar