Kini hujan bukan lagi metafora
Air turun tak lagi melukiskan apapun
Hujan tetap hujan
Bukan lagi cerita atau kenangan
Meski dulu selalu menerjemahkan perasaan
Aku yang cinta hujan
Yang selalu memanfaatkan
Walaupun dengan hal-hal bodoh
Hal-hal yang membuat risiko demam
Di bawah deru hujan
Melihat manusia yang berteduh
Mereka yang takut basah
Bukan takut kenangan
Bukan takut demam
Pemilik padi tersenyum
Bersama tanah yang jarang senang
Melihat hujan
Turun dengan ikhlas ke bumi
Menguntungkan banyang rezeki
Dan aku pun bisa makan nasi
Apa hanya diriku
Mencintai air yang turun sebelum senja
Mencintai karena memang cinta
Bukan dengan arti apapun
Perihal hujan yang selalu datang
Karena sekarang hujan bukan lagi metafora
Hujan tetap air dan manfaatnya
Tak lagi memiliki arti dan filosofi
Bogor, 15 Maret. Di kala basah.
Hujan tetap metafora, untuk setiap pencinta kenangan. :D
BalasHapusPuisinya keren mas, begitulah hujan :)
BalasHapushujan, hujan dan hujan.
BalasHapusrintik nya datang membawa sejumlah kenangan dan cerita,
perginya mendatangkan pelangi..