Rabu, 18 Maret 2015

Hujan Kini Tak Lagi Metafora

Kini hujan bukan lagi metafora
Air turun tak lagi melukiskan apapun
Hujan tetap hujan
Bukan lagi cerita atau kenangan
Meski dulu selalu menerjemahkan perasaan

Aku yang cinta hujan
Yang selalu memanfaatkan
Walaupun dengan hal-hal bodoh
Hal-hal yang membuat risiko demam

Di bawah deru hujan
Melihat manusia yang berteduh
Mereka yang takut basah
Bukan takut kenangan
Bukan takut demam

Pemilik padi tersenyum
Bersama tanah yang jarang senang
Melihat hujan
Turun dengan ikhlas ke bumi
Menguntungkan banyang rezeki
Dan aku pun bisa makan nasi

Apa hanya diriku
Mencintai air yang turun sebelum senja
Mencintai karena memang cinta
Bukan dengan arti apapun

Perihal hujan yang selalu datang
Karena sekarang hujan bukan lagi metafora
Hujan tetap air dan manfaatnya
Tak lagi memiliki arti dan filosofi



Bogor, 15 Maret. Di kala basah.

3 komentar:

  1. Hujan tetap metafora, untuk setiap pencinta kenangan. :D

    BalasHapus
  2. Puisinya keren mas, begitulah hujan :)

    BalasHapus
  3. hujan, hujan dan hujan.
    rintik nya datang membawa sejumlah kenangan dan cerita,
    perginya mendatangkan pelangi..

    BalasHapus