Kamis, 20 Maret 2014

Dalam novel..

                     1. AWALAN


    Dipagi hari tepatnya tanggal 20 July 2012 yaitu awal masuk sekolah, setelah libur panjang kenaikan kelas. Saat itu sekolah masih sepi cuman ada Mas Jono, satpam sekolah yang lagi bertugas.
Tapi ada Indra cowo yang nakalnya setengah mati sudah datang sangat pagi sendirian.
Dia diam di depan pos satpam, Indra ingin minta kunci ruang guru ke mas jono
"Mas jon gue minta kunci ruang guru dong" Indra berbicara pelan
    Tetapi tidak langsung diberikan kepada Indra yang mengetahui kalau niat Indra itu buruk. Indra bilang kalau kunci ruang guru itu disuruh Bu Ani guru Matematika untuk mengambil buku.
Dengan ragu mas jono pun menberi kuncinya kepada Indra.
"Nihh! Awas kalau kamu macem macem"
Senang Indra menjawab "Udah santai ajah mas"
    Tak lama kemudian Indra lari ke ruang guru masuk ke dalam, ternyata dia bukannya mau mengambil buku melainkan mencorat-coret meja Bu Ani, dan yang lebih parahnya dia menaruh celana dalam Yosi teman dekatnya. Di laci meja Bu Ani.
Dengan muka bahagia Indra keluar Ruang itu tetapi dia kepergok Tira, cewe pintar,cantik dan SEXY. Yang kebetulan Tira lewat ruang guru saat akan ke kelasnya.
"Hey Indra, abis ngapain lo dari ruang guru?" Kata Tira.
Indra tegang dan menjawab "Emm.. Tadi tir gue disuruh naro buku kata mas jono"
"Ahh yang bener lo?" Tira berkata pelan.
"Aku gapernah bohong sama kamu cantik." Jawab Indra dengan nada merayu.
Daripada ketauan Indra langsung lari kekelas.
"Ihh apaan sihh lu dra!!" Kata Tira berteriak
    Suasana mulai pagi akhirnya Indra dan ketiga temannya sudah berkumpul, ketiga temannya itu adalah:

Awan: Nama aslinya itu Gunawan. Cowo tinggi,berani yang sukanya berkelahi.
Yosi: Pecinta bokep, berkaca mata dan memakai behel.
Dada: Cowo paling ganteng diantara ketiga teman-temannya itu, muka blasteran Prancis, sebenarnya nama aslinya Darent cuman teman-temannya lebih suka manggil Dada. dan
Indra sendiri cowo yang paling anti sama guru dan sering melawan.
    Mereka sekelas di kelas 11 IPS 2. Kelas dia tepat di bawah tangga sebelah lap komputer.
Kalau keempat cowo itu sudah berkumpul di kelas memang seperti kelas itu hanya milik mereka berempat.
Apalagi kalau Dada sudah membawa Gitarnya sambil bernyanyi-nyanyi walaupun mereka bernyanyi lagu yang tidak jelas. Memang sekolah mereka bukan sekolah elite jadi tidak ada ruang musik, tapi bukan sekolah jelek juga. Sekolah mereka lumayan besar, apa lagi kantinnya, memiliki dua lapang, satu indoor dan satulagi outdoor. Gedung sekolahnya bertingkat dua, dilantai pertama ada kelas 11 dan ruang guru, ruang kepala sekolah, lab IPA, lab komputer, perpustakaan dan ruangan-ruang seperti itulahh sedangkan di lantai dua hanya kelas 10 dan kelas 13 saja.

* * *

    Saat upacara pun mereka masih selalu berbuat onar. Itu saat amanat dari Pak Dewanto (kepala sekolah) yang sedang berpidato tentang keadaan sekolah yang ingin maju, tapi tiba-tiba Indra nyeplos dengan keras "BACOT!" Serentak semua orang di lapangan upacara nengok ke Awan, termasuk kepala sekolah
"Hehh Indra, Maju kamu kedepan!!." Kata Pak Dewanto dengan muka marah. Ketika kedepan.. Tanpa basa-basi Pak Dewanto langsung menampar Indra sampai pipinya merah.
"Emang bener pak, yang bapak tadi omongin itu ga sama kaya keaadannya, sekolah kita gak maju maju pak!" Ucap Indra yang masih saja bisa melawan, seakan-akan dia tidak takut kalau dia itu Kepala Sekolah.
"Gimana mau maju kalau ada murid kaya kamu dan temen-temen kamu itu!" Kata Pak Dewanto. Dan untuk kedua kalinya Indra ditampar oleh tangan kanan Pak Dewanto.. plakk!!!
Tapi... anak nakal ini masih bisa menjawab
"Tapi pak, untuk buat sekolah kita maju bukan cuman 4 orang doang kan pak?" Untuk ketiga kalinya tetapi kali ini Indra di tendang oleh Pak Dewanto!!. Sampai Indra terjatuh tak kuasa menahan sepatu besar Pak Dewanto.
    Tidak terima Indra disiksa. Dada,Awan dan Yosi maju kedepan untuk membela Indra
"Ya mungkin dengan cara menampar murid sekolah kita bisa maju bro." Dengan rasa tidak takut Awan berkata kepada Indra di depan Pak Dewanto.
"Apa kalian bertiga mau ditendang juga?" Pak Dewanto membentak ketiga murid tersebut.
"Gapapa pak asal itu bisa menyelesaikan semuanya" Indra kembali menjawab.
"Dasar murid brengsek!" Pak Dewanto tidak bisa menjawab kata-kata mereka lagi dan langsung ke kantor. Upacara pun dibubarkan.
Semua Guru pun masuk ke ruang guru dan ada wacana bahwa Pak Dewanto ingin mengundurkan diri sebagai kepala sekolah karena hal tadi.
    Sementara itu Indra masih tergeletak ditemani oleh ketiga temannya. Suasana lapangan sudah sepi. Indra berkucuran darah yang keluar dari mulutnya, karena tendangan yang sangat kencang oleh Pak Dewanto tepat menuju perut Indra, tetapi Indra masih bisa berjalan menuju kelas sebari di antar oleh ketiga temannya.
    Belum sampai disitu saat pelajaran pertama adalah Matematika, pelajaran Bu Ani. Dia datang ke kelas dengan muka marah sambil membawa celana dalam dan Spidol
"Siapa yang melakukan ini?" Sambil mengangkat Celana dalam dan Spidol.
"Gatau buuu." Kata seluruh murid.
"Cepat siapa jawab! ibu sudah keliling kelas tinggal kelas ini yang belum, cepat ngaku atau ibu tidak akan mengajar lagi dikelas ini!"
Akhirnya Tira berdiri dan berkata
"Tadi pagi saya melihat Indra keluar dari ruang guru, mungkin dia pelakunya."
"Hehh Indra! Maju kamu kedepan!" Ucap Bu Ani
"Bukan saya bu.." Ucap Indra yang mukanya sudah mulai pucat.
"Sudah kamu jangan banyak alasan, cepat maju kedepan" Bu Ani yang sudah marah besar.
Tapi malah Awan,Dada dan Yosi juga ikut ke depan.
    Ngomong bisik-bisik "Bro lu semua ngapain ikut kedepan?" Kata indra ke 3 temannya.
"Udah gapapa." Jawab Dada.
"Ohh ternyata kalian geng onar yang ngelakuinnya, sekarang kalian berempat hormat di lapangan sampai bel pulang!!" Kata Bu Ani.
"SIAP!!" Jawab mereka berempat.
"Gapapa bro dari pada harus belajar pelajaran guru edan." Indra sambil tersenyum dan berjalan ke lapangan.
"Hahaha bener juga dra, tapi di luar lumayan panas tuhh.." Balas Awan menjawab.
    Itulah empat anak nakal, tapi memiliki solidaritas yang sangat tinggi. Sebenarnya mereka berempat bertemu tidak dalam kesengajaan, hanya dari pertemuan di kelas 10 mereka datang dari SMP yang berbeda, dan membuat mereka dekat sampai sekarang. Dijemur,dipukul oleh guru-guru itu sudah biasa bagi mereka seakan akan tidak memiliki titik bosan.
    Sepertinya mereka telah melihat Bu Ani keluar kelas, menandakan pelajaran Bu Ani selesai dan bergegas mereka masuk ke kelas, tetapi Bu Ani kembali ke kelas dan kembali manyuruh Indra dkk kembali ke Lapangan.
    Akhirnya derita mereka selesai setelah Bu Restu guru sejarah, melihat keempat anak itu di jemur dan meminta kepada Bu Ani untuk segera melepas hukumannya. Selain Bu Restu itu guru yang baik, dia juga adalah ibu kandung Dada sendiri.
"Menurut keputusan Bu Restu tadi kalian boleh kembali ke kelas" Kata Bu Ani kepada Indra dkk.
"Makasih bu..." Ucap geng itu yang sudah lemas karna kepanasan.
"Tapi jangan sekali-kali kalian melakukan hal itu lagi!" Ujar Bu Ani
    KRINGGG!!.. Bel masuk setelah istirahat Dada,Yosi,Indra dan Awan yang sudah kembali belajar masuk ke kelas.
Saat itu sedang tidak ada guru dan diberi tugas.
"Liat tuhh geng onar lagi belajar serius haha.." Kata Deri, cowo pintar yang tidak suka dengan anak geng itu. Cowo itu memang pintar, pernah dapat rangking 1 saat kelas 10, berbadan agak besar.
"APA LO KUTU BUKU!" Jawab Awan sambil berlari ke meja Deri, yang berada di tengah depan sedangkan Awan ada di pojok kanan belakang.
"Sudah sana belajar lagi yang bener haha.." Ucap Deri sambil meledek.
Tetapi seketika suasana kelas hening setelah...
"Sudah! Sudah! Dasar bocah kalian, Ngapain berantem!" Marah Rena teman Tira yang tidak kalah cantik dan sexy dari Tira.
    Perlu diketahui Rena ini adalah temen deket Tira dan cantik juga, putih mulus, sexy ditambah rambut yang panjang sepunggung.
"Sudah wan, gausah dilayanin banci kaya gitu, cewe gue udah marah tuhh" Ceplos Indra sambil melirik Rena.
"Iiihh Indra apaan sih lo, pacar dari manaa sih." Rena yang tidak suka dengan kata-kata Indra.
Lalu Awan kembali ke tempat duduknya dengan muka merah dan keadaan kelas kembali tenang.
    KRING!! KRING!!! Bunyi bel 2 kali menandakan pulang sekolah. Saat itu Geng onar sedang berkumpul di parkiran sekolah, mereka berencana untuk main ke rumah Yosi.
"Broooooo, jadi kerumah gue gak?" Kata Yosi sambil bersender dimotor miliknya.
"Hayu jadi, ta...pi Dada bisa gak, kan dia anak guru mana mungkin boleh maen abis pulang sekolah" Jawab Awan.
"Ahh sotau lo wan santai ajaah lahh..." Ucap Dada.
Akhirnya mereka berangkat. Awan naik dengan Motor Yosi dan Indra naik motor mewahnya Dada. Karena saat itu Awan dan Indra tidak membawa Motor.
    Sampailahh dirumah yang lumayan besar milik Yosi, halamannya cukup luas. Rumahnya berada perumahan yang indah, memang besar karena ayahnya Yosi seorang pemilik distro terkenal, karena itu gaya dan penampilan Yosi tidak pernah ketinggalan jaman.
    Saat itu mereka berkumpul dikamar Yosi. Dan terdapat poster Maria Ozawa yang hanya memakai bikini di pojok kamarnya. Karena Ibu dan Ayahnya tidak pernah masuk ke dalam kamar sehingga tidak tau kalau ada poster itu, di depan sofa terdapat TV LCD, dan PS, biasanya sihh ke empat anak itu suka main PS.
    Mereka berkumpul dengan disitu memiliki tujuan yaitu membicarakan taruhan untuk mendapatkan Rena atau Tira.
"Oke jadi gimana taruhan itu? Lo pada setuju gak?" Kata Awan sambil menghisap rokok. Karena hanya Awan yang suka meroko diantara mereka berempat, walaupun tidak terlalu sering ia merokok.
"Gue setuju!" Jawab Indra dan Yosi.
"Dada, lo gimana?" Awan yang heran mengapa Dada diam saja.
"Engga gue gamau ikutan ah bro." Ucap Dada sambil menunduk.
"Lahh? Kenapa? Lo kan jomblo ngenes da.." Indra yang mulai kebingungan dengan sikap Dada.
Dada menolak dan tidak memberi tau kenapa dia menolak.  
    Disisi lain Indra dan Yosi memilih Tira, sedangkan Awan memilih Rena sebagai taruhannya, jika ada yang medapatkan cintanya dia harus ditraktir oleh ketiga temannya yang lain.



Yak! Itu aja bab awal novel pertama gue, yang insaallah bakal diterbitin secepatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar