Kamis, 20 Maret 2014

Mantan Kekasih

  "Dengan mata terbuka atau tertutup keduanya sama saja, Aku tetap melihat kamu"


Di malam yang dingin seperti biasa lelaki itu berdiri di balkon atas rumahnya sembari menikmati kebiasan buruknya, Insomnia. Rasa dingin malam hari mungkin sudah biasa bagi-nya apalagi, dia tak memakai baju hangat tiap hari-nya, tapi ah sudahlah, dia di disitu tak memikirkan pakaiannya, melaikan memikirkan mantan kekasih-nya.

"Aku bukannya tidak bisa melupakanmu, tapi aku tidak bisa melupakan kenangan indah bersama-mu. Dan hal yang membuat-ku menyesel adalah membiarkan-mu menghapus memory tentang kita."

Kata-kata yang mungkin setiap malam ia ucapkan di dalam hati-nya.

Persetan dengan wanita yang banyak ber-teori kalau lelaki itu mudah melupakan mantan kekasih. Itu salah besar menurut-nya.

Dia cukup munafik untuk masalah perasaan, setiap bertemu mantan kekasihnya, lelaki itu selalu menghindar, dan bukan lah seharusnya dia mendekatinya lagi. Apalagi wanita pujaan-nya itu sedang tidak memiliki kekasih, usai dia menerima sakit hati yang mendalam oleh mantan kekasih-nya yang belum begitu lama.

Wanita itu memang aneh, mengapa yang jahat di pertahankan sedangkan yang baik dan tulus seperti pria itu malah di tinggalkan.

Mungkin lelaki itu hanya bisa mengenang, karena kejadian tidak bisa diulang beberapa kali, sedangkan kenangan bisa diulang beberapa kali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar