-Sebelum baca gue mau ngasih tau dulu nih, kalau artikel ini gue tulis tanggal 20 Januari 2014.
Luis Alberto Suarez Diaz atau orang mungkin mengenalnya dengan nama Luis Suarez, striker dengan naluri gol yang tajam, setajam gigi tonggosnya yang mempesona. Bagaimana tidak? Suarez telah mencetak 22 gol dalam 16 pertandingan sampai terakhir pertandingan melawan Aston Villa kemarin, dia bukan saja menjadi top skor di Inggris dia adalah topskor Eropa melewati nama-nama tenar seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Ibrahimovic atau bintang baru Diego Costa.
Gol-gol gila Suarez itu seakan-akan melupakan kita semua akan hal-hal seperti yang katanya kasus Rasisme terhadap Patrick Evra, kasus kanibal menggigit tangan Branislav Ivanovic sampai aksinya menyelam dilapangan, merubah segalanya dengan gol gol dia sekarang, setidaknya hal itu bisa mambuat Owner irit, John W. Henry bisa tersenyum.
Hampir semua fans club sepakbola selain Liverpool berfikir bahwa Liverpool sangat bergantung pada Luis Suarez, apa iya? Bagaimana dengan 10 gol Sturridge, Atau 100% gol penalti dari Steven Gerrard dan masih banyak gol-gol dari para bek dan pemain lain, tapi jelas saja Liverpool berada di posisi kedua pencetak gol terbaik musim ini.
"SAS" itulah julukan julukan si "dancer" dan si "tonggos", ya itulah anak muda ajaib Sturridge dan seorang Suarez, siapa yang tahu dua stiker ini adalah stiker terbaik Premier League musim ini sampai-sampai kita harus melupakan duet lainnya seperti Van Persie-Rooney, Aguero-Negredo atau mungkin semua stiker Chelsea: Torres, Demba Ba, Eto'o. Juga masih kalah banyak di banding dengan 33 gol Sturridge dan Suarez.
Tapi tetap saja Liverpool bukan Suarez ataupun Liverpool bukan sekedar "SAS". Tapi ini lah Liverpool sebuah tim yang hangat dengan sejarahnya, segudang Tropy dimilikinya tapi itu dulu, dimana Ian Rush dan Kenny Dalglish masih bermain. Sekarang Liverpool hanya club yang lapar akan gelar dengan cita-cita besarnya mendapatkan gelar juara Liga Inggris.
Di tahun 2010 tepat terakhir Liverpool merasakan kerasnya Liga Champions dan itu tahun terakhirnya Rafael Benitez di Liverpool, tapi tentu saja di tahun itu Suarez masih berjabat sebagai captain di Ajax Amsterdam, sebelum pada tahun 2011 ia ditransfer ke LFC dengan harga £22m, saat itu dia datang bersama striker aneh Andy Carrol dari Newcastle dengan harga £35m, tertinggi sepanjang sejarah Liverpool. Dengan niat untuk menggantikan Fernando Torres yang juga gagal di Chelsea.
Di tahun 2012 Suarez mendapatkan tropy Carling Cup setelah berhasil mengalahkan Cardiff di Wembley dengan adu penalti. Setidaknya gelar itu bisa sedikit mengobati rasa kerinduan mengangkat piala. Dari pada kita harus puasa gelar seperti tim Meriam tumpul di London sana yang sampai 9 tahun tidak juara.
Haha... Lupakan saja saingan besar kita (u know what I mean lah ..) sedang terseok-seok di papan tengah seperti kita di tahun kemarin. Beruntung saja si tua bangka sudah pensiun dan digantikan pelatih murahan, yang membuat kami lebih leluasa berada di papan atas. Tapi Liverpool berada di papan atas sekarang juga bukan karena Sir Alex dipecat, bukan tentang Sturridge atau Suarez. Tapi ini adalah sebuah progres dari Liverpool untuk bangkit dari keterpurukan sedikit demi sedikit.
YNWA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar