Jumat, 21 Maret 2014

I miss u Dad

    Hujan semakin deras menemaniku di senja ini, ah hal itu selalu ter-ingat pada ayah dulu yang mana kala ku kecil selalu menemani-ku di senja sambil terkadangan mendengarkan radio yang kini radio tua itu hanya sebuah barang bekas penuh kenangan.


    "Aku ingin bertemu lagi dengannya dan, tapi terus memiliki harapan bahwa itu akan mungkin terjadi.. Ya mungkin inilah rindu."


   Mungkin nyaman sekali atau mungkin aku syirik melihat teman-teman sangat akrab dengan ayah-nya, sangat dekat, atau mungkin meraka yang pernah di marahi oleh ayah-nya. Karena perhatian.


    Hampir 5 tahun aku tak melihat-nya, atau 
mungkin dia lupa kepadaku? Ah tidak mungkin, aku selalu berfikir positif terhadap itu, walau terkadang sesak dan bukan tidak mungkin menetes-kan air mata karena rindu kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar