Jumat, 11 April 2014

Patah Hati

Entah apa yang telah kekasihnya perbuat sampai-sampai pria itu menjadi lemah terbaring di sofa ruang depan rumah-nya. Iya, sejak tadi siang dia berbaring seperti itu saja, padahal sekarang sudah menunjukan pukul 7 malam.

Melihat hanphone genggam-nya yang berada di atas perut pria itu masih terlihat pesan singkat dari kekasih-nya. Hanya sebuah kata-kata:

"Aku lagi ingin sendiri dulu, maafkanku."

Dan benar saja ternyata hanya kata-kata ucapan putus yang membuat pria itu menjadi seperti ini.
Sebenarnya dia ragu dengan kebenaran dari ucapan kekasih-nya di pesan singkatnya itu.
Entah memang dia ingin sendiri atau memang sudah ada pengganti-ku yang mengisi hati wanita itu. Hmm sekali pun benar untuk apa memikirkan-nya.
Inti dari ini semua, wanita itu sudah tidak mencintainya lagi.

"Aku pernah mengira bahwa kita sama-sama jatuh cinta. Perkiraan aku benar, aku jatuh cinta padamu, kamu jatuh cinta padanya."

Dan tidak tau, untuk berapa lama lagi harus melupakan wanita itu. Sejenak melupakan semua pemberian hadiah-hadiah yang sangat sering di berikan kepada kekasih-nya yang kini hanya sebuah mantan kekasih.
Mulai dari bunga yang sangat sering diberikan, boneka, kotak music. Atau apapun yang di sukai oleh wanita cantik itu.

Entah itu masih disimpan, atau sudah di buang. Ah sesungguh-nya tidak ada fikiran seperti itu. Dia hanya berfikir memberikan itu karena memang ingin menyenangkan hati kekasih-nya.

"Pada senyummu, aku senang. Pada pelukmu, aku tenang. Pada hatimu, aku pulang."

Akhirnya pria itu bangun dari sofa, dia menuju teras rumah untuk membakar rokok, tak memikirkan perut-nya yang kelaparan, karena memang sejak tadi siang belum di isi apapun.
Sambil me-roko dia berfikir, untuk tidak seperti ini berlarut-larut.
Dalam hati Pria ini mengucap Alhamdulliah karena memang Wanita itu bukan jodohnya.

2 komentar: