Jumat, 02 Januari 2015

Apakah Mungkin?

Begitu singkat setelah aku terbangun dalam mimpi indah dan saat itulah kamu tak bersama ku lagi, melewati penuh canda tawa, walaupun hanya lewat dunia maya.

Aku menyayangimu melebihi Chat, mengetahuimu melebihi Bio. Namun ketika aku telalu melebihi semuanya akupun merasa terbawa dalam perasaan yang sangat dalam. Hingga akhirnya perasaanku berubah jadi cinta dan aku tau kau juga merasakan hal yang sama seperti yang ku rasa.

Kita memang tidak seperti orang lain yang bebas ketemu kapan saja. Hingga akhirnya kita memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini karena kita takut tidak bisa bertemu dan jatuh lebih dalam lagi.

Tidak ada pesan masuk di handphone ku, yang biasanya kau menyapa pagi ku dengan berkata "jangan lupa senyum hari ini." Hal kecil namun selalu ku rindukan dalam hidupku.

Kita bagaikan dua sayap merpati yang terlanjur berdarah yang tidak tahu siapa sebenarnya yang membuat luka. Kita masih di bawah jemari tuhan yang sama. Kita adalah kita, terpisah jarak, namun tinggal sedekat nadi. Dan apakah kita akan memandang langit secara bersama dalam kehidupan nyata?



-@devizean-

3 komentar: