Minggu, 22 Maret 2015

Senyum Cinta

Pagi ini dan sebuah keramaian jalanan, kembaliku mengisi hari menempuh pendidikan walau kadang terasa malas namunku bisa melihat senyummu meski hanya sekilas. Mari pergi sekolah menuntut ilmu sembari mengintip wajahmu yang ceria, wajah manismu yang terpampang dalam keadilan cerita yang indah, sangat indah, tak bisa pun ditutupi. Indahnya cerita ini kau hadirkan dengan berbagai macam cara membuatku semakin tergila-gila.

Rasa sayang ini semakin ranum, terlihat perilaku bodohku saat berpapasan denganmu. Aku menyayangimu tanpa makna, tanpa luka dan derita. Sungguh, rasa ini terlihat dengan sempurna. Sekolahku adalah kebahagiaanku, apalagi saat bertemu kamu.

Kapan kita berdua? Berbagi cerita dalam suka maupun duka, dalam pikiranmu dan hatiku. Bukan kisah yang buruk jika di lukiskan dalam sajak cakrawala, tentang hal bahagia yang mungkin bisa saja menjadi luka jika semesta tak memberi masa pada kita berdua. Goyangan sendok teh penuh kasmaran teraduk dalam satu cangkir kebahagiaan kita, teraduk hangat sampai bersatu padu dengan keikhlasan jiwa. Teh hangat yang begitu nikmat apalagi jika meminum dari dasar cinta.

Remaja ini indah dari kisah yang begitu berarti sampai mampu menghancurkan kuatnya sepi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar