Kamu, laksana cahaya kecil di dalam gua yang gelap, yang jika mendekat, akan mendapatkan jalan keluar.
Mengenalmu, suatu anugrah tersendiri dalam hidupku. Percayalah, dengan hadirnya dirimu memberi semangat baru yang tertuah dalam senyum di setiap hariku.
Waktu, harus ku syukuri aku bisa bertemu denganmu setiap hari. Walaupun selalu takbisa lama saat bertemu denganmu. Setidaknya, tetap ku syukuri.
Kamu, yang selalu buatn jantungku berdebar, saat itu pula kau menyapa, memberi senyum yang menerka hatiku dengan penuh kesenangan.
Kamu, selalu punya seribu cerita yang selalu bisa buatku tersenyum dan seribu canda yang selalu bisa buatku tertawa.
Tulus, ingin ku bisik telingamu bahwa sesungguhnya aku sangat tulus mencintaimu, menyayangimu. Dengan harapan kau memliki rasa sepertiku.
Aku, seperti burung kenari yang malu berkicau di depan pemiliknya, seperti aku yang selalu malu ketika bertemu denganmu. Walaupun hati kecil ini sedang asyik menari-nari di dalam tubuhku.
Cinta, aku sadar cinta ini telah hadir memasuki rongga-rongga tubuhku. Rekah senyummu selalu hati dan pikiranku yang tiap harinya ku bawa tuk menghiasi hari-hariku.
Tangis, sama sekali tak ingin ada tangis dalam kisah ini. Semoga saja sifatmu tak akan berubah sampai kapan pun. Sungguh, aku ingin sifatmu itu bertahan. Walau aku belum bisa memilikimu.
Kamu, senyummu, tawamu, candamu. Sungguh, tak ingin kulalui dengan cepat semua ini. Dengan seribu yakin, aku percaya. Aku tak akan melupakanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar