Sabtu, 06 Desember 2014

Antara Hujan dan Penyesalan.

Tentang air yang jatuh dari langit dan tentang perasaan yang turun dari hati.

Hujan ini turun lagi, membasahi indahnya semesta.
Seirama dengan datangnya sesal yang tiada tara.
Rasa sesal yang makin tergenang dalam kepala.
Jiwaku tergantung pada suasana yang tak terduga.
Dan pada akhirnya aku harus sembunyi pada dunia.

Teringat kau dan aku duduk bersebelah.
Mungkin itu telah menjadi sejarah saat kita berbagi kisah.

Rinduku bagai serpihan sampah dijalanan yang basah.
Tak ada yang bisa di ubah, yang ada hanya hati dan perasaan yang resah.
Tak ada juga gairah saat linangan lara membuncah.
Tapi bagaimanpun semua sudah terbukti, aku yang salah.
Walau seribu maaf, yang kudapat hanyalah rasa gundah.


Hujan itu berhenti di sore hari.
Yang ku bisa hanya berbaring sambil memandang indahnya pelangi.
Sangat indah, namun tak seindah perasaanku ini.
Yang ku mau saat ini hanya bersamamu lagi.
Sungguh, cerita kisah ini tak ingin ku akhiri.
Aku mencintaimu. Walaupun lewat mimpi.

2 komentar:

  1. wah bagus puisi nya bang, mengena ke sasaran, langsung saja bang puisi nya dikirim ke orang yang bersangkutan :D hehehe.

    BalasHapus
  2. Haha sidah dibaca kayaknya, terimakasih!:D

    BalasHapus